Buah Kesabaran *

Posted on August 25th, 2017 in Islamiah by Nur Hamid Sutanto, S.Kom.

Jika keimanan itu laksana burung, maka jiwa kita akan terbang menuju ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dua sayap yang kokoh, yaitu sayap syukur dan sayap sabar.

Hakikat sabar adalah teguh dan kokoh mempertahankan jiwa untuk selalu berada pada ketentuan syariat Allah, dengan tetap menjalankan ketaatan dan menahan diri dari larangan serta berlapang dada pada setiap ketentuan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ujian Keburukan dan Kebaikan *

Posted on August 24th, 2017 in Islamiah by Nur Hamid Sutanto, S.Kom.

Setiap manusia yang hidup didunia pasti tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik itu ujian atau cobaan berupa kesusahan maupun kesenangan. Allah Ta’ala berfirman,

Artinya: “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs Al Anbiya’: 35)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, “Makna ayat ini yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang beputus asa.”

 

Sikap seorang mukmin dalam menghadapi masalah

Seorang mukmin yang bertakwa kepada Allah, ketika menghadapi masalah apapun di dunia ini tidak membuatnya mengeluh, apalagi berputus asa. Karena yakin bahwa apapun ketetapan yang Allah Ta’ala berikan adalah yang terbaik. Dengan keyakinan itu Allah Ta’ala akan memberikan balasan kebaikan bagi orang-orang yang beriman berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya. Allah ta’ala berfirman,

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs At Taghaabun: 11)

Istidraj untuk Muhasabah Diri *

Posted on August 24th, 2017 in Islamiah by Nur Hamid Sutanto, S.Kom.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Ada seorang fakir miskin melewati jalan di Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Dia pun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati jengkel.

Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kedelai.

Keutamaan Membaca Al Qur ‘an *

Posted on August 24th, 2017 in Islamiah by Nur Hamid Sutanto, S.Kom.

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Al Ankabut : 45)

Sebuah cerita ada seseorang yang tinggal dipinggir sungai, yang bermaksud untuk mengisi air kedalam bejana air di dalam rumahnya. Dengan berbekal sebuah keranjang yang terbuat dari anyaman bambu orang tersebut mencelupkan keranjang bambu tersebut kedalam sungai dan memenuhinya dengan air. Kemudian dengan cepat mengangkatnya dan membawanya ke rumah untuk memasukkan air didalam keranjang bambu tersebut ke dalam bejana. Namun yang terjadi adalah bejana air yang hendak diisinya dengan air sungai tersebut tidak kuncung penuh dengan air. Jangankan penuh, justru hampir bisa dibilang jika bejana air sama sekali tidak bertambah isinya oleh air. Karena air yang dimasukkan kedalam keranjang bambu mengalir keluar dan tercecer selama perjalanan menuju ke bejana. Orang tersebut melihat bahwa keranjang bambu yang digunakannya tadi menjadi bersih jika dibandingkan dengan sebelumnya. Memang orang tersebut tidak mendapatkan air, akan tetapi tidak semata-mata perbuatannya sia-sia, karena ada manfaat lainnya yaitu alat yang digunakan menjadi bersih.

Allah Cinta Hati Yang Berkasih Sayang*

Posted on August 6th, 2015 in Islamiah by Nur Hamid Sutanto, S.Kom.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allâh Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.”
(Q.S. Maryam [19] : 96)

Kasih sayang adalah salah satu sifat yang dicintai oleh Allâh Azza wa Jalla. Jika sifat kasih sayang itu melekat pada diri seorang muslim, niscaya Allâh juga sangat mencintainya. Karena ketika hati telah tersentuh oleh sifat kasih sayang ini, hatinya akan menjadi lembut dan dapat mengenal, memuliakan, dan mengagungkan-Nya. Disamping itu, juga tahu bahwa Allâh Maha Pengasih dan juga Maha Penyayang, sehingga dengan hati yang lembut itu akan menyebut asma-Nya, mengagungkan-Nya, taat, dan tunduk kepada-Nya, dan akhirnya mengasihi dan menyayangi makhluk ciptakan Allâh Azza wa Jalla.
Dalam sebuah riwayat, suatu ketika Nabi Muhammad shalallâhu alaihi wa sallam mencium cucu beliau Hasan bin Ali radhiyallâhu ‘anh dan disaaat itu disisi Nabi ada Aqra’ bin Habis yang kemudian berkata kepada Nabi, “Aku mempunyai 10 anak, dan belum pernah aku menciumnya.” Kemudian Nabi pun bersabda, “Orang yang tidak memiliki kasih sayang tidak akan dikasih sayangi.” (H.R. Bukhari Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan, “Orang yang tidak memiliki kasih sayang kepada sesama manusia, tidak dikasihi Allâh.”(H.R. Bukhari)
Orang yang tidak memiliki kasih sayang kepada para hamba Allâh, maka Allâh tidak akan memberikan kasih sayang kepadanya. Hal tersebut dapat juga diartikan bahwa orang yang senantiasa berkasih sayang kepada sesama hamba Allâh, Allâh akan mencurahkan kasih sayang-Nya kepadanya. Rasulullah bersabda, “Orang-orang yang memiliki kasih sayang, akan mendapatkan curahan kasih sayang dari Dzat yang Maha Rahman.” (H.R. Abu Dawud, Turmidzi, dan Ahmad).
Hadits tersebut diatas memberikan petunjuk bahwa Allâh menurunkan sifat sifat saling mengasihi dan saling menyayangi kepada setiap manusia, sehingga dapat mengasihi dan menyayangi orang lain. Dengan sebab kasih sayang inilah Allâh kemudian selanjutnya mencurahkan kasih dan sayang-Nya kepadanya.

10 Wasiat Imam Hasan Al Banna

Posted on September 15th, 2010 in Islamiah by N Hamid Sutanto

Di dalam kehidupan setiap orang, sudah sepantasnya jika memiliki prinsip-prinsip dalam menjadikan hidupnya lebih baik dan memiliki nilai yang positif. Kehidupan di dunia yang hanya sebentar dan sementara ini, merupakan ladang untuk kehidupan nanti di akhirat yang tentu saja kekal abadi. Hal tersebut tentu saja sedah selayaknya bagi kita seorang muslim (orang islam) yang mu'min (orang beriman) untuk menjadikan kehidupan di dunia ini dengan sebaik-baiknya yaitu dengan bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa. Yaitu sesuai dengan makna taqwa itu sendiri, Melaksanakan segala sesuatu yang di perintahkan oleh Allah dan sebaliknya menjauhi/meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.

Kemenangan Butuh Pengorbanan

Posted on August 20th, 2010 in Islamiah by N Hamid Sutanto

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS al-Shaff [61]: 10-13)