Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pendidikan Anak Usia Dini*

Posted on August 24th, 2017 in Informatika-Komputer by Nur Hamid Sutanto, S.Kom.

Dunia anak adalah dunia yang paling menyenangkan. Dalam melakukan kegiatannya, anak menjadikan dunianya terasa bahagia dalam kondisi apapun. Hampir setiap orangtua selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dalam hal ini pulalah orang tua menjadikan salah satu parameter dalam memilih sekolah untuk anak-anaknya, yaitu sekolah yang mampu memberikan suasana yang nyaman dan menyenangkan untuk bermain sekaligus belajar. Banyak faktor lainnya seperti kurikulum, sarana dan prasarana, guru pengajar, serta kemudahan fasilitas lainnya yang juga menjadi pertimbangan. Akan tetapi semua pasti bermuara kepada hal mendasar yaitu suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi si buah hati. Sehingga apapun yang akan diajarkan kepada si anak juga menjadi mudah diterima dengan baik. Dengan memberikan pendidikan yang tepat kepada anak pada usia dini, harapannya anak memiliki landasan yang kuat bagi masa depannya.

 

Di era digital seperti saat ini, dimana perkembangan Teknologi Komunikasi dan Komunikasi (TIK) atau Information and Communication and Technology (ICT) yang sangat pesat menjadikan perkembangan pendidikan dan pembelajaran melalui media-media teknologi mulai menyasar sampai ke tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), seperti film pendidikan, film kisah nabi, kisah teladan, permainan (game) pendidikan, multimedia interaktif, dan lain sebagainya. Dalam mendapatkan informasi yang tepat, tidak lepas dari peran media informasi internet yang merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menetapkan pendidikan yang sesuai bagi anak.

Anak mampu mengakses internet, merupakan suatu awal yang baik bagi  pengembangan wawasan anak. Akan tetapi, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Berbagai macam materi yang memiliki dampak negatif juga bertebaran di internet. Misalnya pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun. Barang-barang seperti alkohol, narkoba, dan lainnya juga banyak ditawarkan melalui internet.

 

Internet dapat dimanfaatkan untuk menambah semangat belajar secara mandiri pada anak, misalnya dengan memanfaatkan software atau aplikasi multimedia interaktif untuk menarik minat anak untuk belajar. Materi pelajaran yang disajikan melalui media interaktif yang menarik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang penuh dengan kegembiraan. Sekaligus menghindarkan anak dari rasa tertekan dan bosan saat belajar karena menganggap pelajaran sulit, membosankan, dan sebagainya.

 

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan, diperlukan pengawasan penggunaan internet pada anak usia dini merupakan tanggungjawab bersama, tidak hanya pendidik disekolah saja, akan tetapi keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan internet merupakan peran penting bagi perkembangan anak. Dengan adanya pengawasan dari orang tua anak dapat lebih terbimbing ke arah yang lebih baik dan positif. Yaitu dengan melakukan cara pengawasan sebagai berikut:

  1. Jangan melarang dan berikan pengertian serta batasan penggunaan teknologi.
  2. Mengenalkan tentang dua sisi dari teknologi, yaitu sisi negatif dan sisi positif.
  3. Mengakomodasi kesenangan anak melalui teknologi secara proporsional.
  4. Letakkan komputer di ruang umum dan mudah untuk dipantau.
  5. Bekali dengan pendidikan ke-Islam kepada anak sebagai perisai dari hal yang negatif.
  6. Memotivasi anak untuk semangat belajar melalui teknologi.
  7. Berikan peralatan seperti gadget, handphone, tablet, dan lainnya secara tepat dan sesuai dengan usianya.

Ditulis Oleh Nur Hamid Sutanto, S.Kom. (Universitas Islam Indonesia, SMP IT Salman Al Farisi Boarding School Sleman) dan Woro Arkandini, S.Kom. (SDIT Salman Al Farisi 2 Jetis Wedomartani, Ngemplak, Sleman)

Post a comment

*